JUARA 1 LOMBA MAKING BED ANTAR SMK SE-KOTA DENPASAR, BADUNG DAN GIANYAR

BERPRESTASI AJANG MAKING BED C0MPETITION

          Sudah tidak diragukan lagi sebagai sekolah berbasis Kepariwisataan dengan sarana dan prasarana yang memadai juga tenaga pengajar handal, SMK PGRI 3 Denpasar juara 1 Making Bed Competition yang diselenggarakan Kampus Diamond International Hotel and Cruis Line Tahun 2017. Rabu, 11 Oktober 2017, lomba menata tempat tidur dengan tema “Honeymoon” diselesaikan dengan baik dalam waktu 8 menit. Diikuti oleh 37 SMK Negeri dan SMK Swasta se-Kota Denpasar, Badung, dan Gianyar, SMK PGRI 3 Denpasar keluar sebagai Juara atas nama I Gede Bayu Suardiana kelas XII AP 6. Didampingi oleh Putu Ayu Puri Sintya Dewi selaku guru housekeeping, latihan dilakukan sejak 1 bulan yang lalu membuahkan hasil yang memuaskan.

          Bermodal belajar dari kegagalan, Bayu yang sebelumnya pernah gagal dalam ajang lomba serupa kini berhasil membuktikannya sebagai juara. “Pengalaman adalah guru terbaik. Dari situlah saya terus belajar mencaritahu letak kegagalan saya. Prinsip saya harus berhasil dan bisa membanggakan sekolah dan orang tua bagaimanapun caranya, “ungkapnya penuh semangat. *jur 

Bakti Sosial dan Penyaluran bantuan SMK PGRI 3 Denpasar bersama PGRI Provinsi Bali

SMK PGRI 3 Denpasar dan Pengurus PGRI Provinsi Bali

Serahkan Bantuan Kemanusiaan

 

Sebagai wujud kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak dari status awas Gunung Agung, Kepala SMK PGRI 3 Denpasar, Drs. I Nengah Madiadnyana,M.M. yang juga menjabat sebagai Ketua Yayasan PGRI Denpasar bersama guru-guru SMK PGRI 3 Denpasar serta seluruh jajaran guru dan pengurus PGRI Provinsi Bali menyerahkan bantuan kemanusiaan berupa sembako dan uang tunai. Bantuan ini merupakan wujud spontanitas semua lapisan . Penyerahan bantuan dilakukan di Tanah Ampo, tanggal 8 Oktober 2017. Bantuan diserahkan langsung dari Ketua Provinsi PGRI Bali, Dr. I Gede Wenten Aryasuda, M.Pd. kepada Depo logistik. Bantuan ini bertujuan meringankan beban para warga Karangasem yang sampai saat ini masih di pengungsian. Ketua Provinsi PGRI Bali, Dr. I Gede Wenten Aryasuda, M.Pd. mengatakan harapannya agar bantuan tersebut segera disalurkan pada para pengungsi yang tersebar di sejumlah titik pengungsian di posko pengungsian.*Jur

SMK PGRI 3 DENPASAR MENERIMA TITIPAN SISWA DAN JUGA MEMBANTU SISWANYA YANG TERDAMPAK STATUS AWAS GUNUNG AGUNG

SMK PGRI 3 Denpasar cepat merespons keperluan para pengungsi Gunung Agung. Sebanyak 6 siswa dari kalangan pengungsi mandiri asal karangasem diterima.Kepala SMK PGRI 3 Denpasar, Drs I Nengah Madiadnyana, M.M , cepat merespons keperluan para pengungsi Gunung Agung.  

Berdasarkan data dari sekolah, di SMK PGRI 3 Denpasar terdapat 6 siswa dari pengungsian yang tersebar dari kelas X dan kelas XI. Mereka berasal dari banjar Dausa, Desa Peladung, Karangasem, yakni kelas X AP 6 atas nama Ni Komang Tri Anggreni dan X AP 4 sebanyak 2 siswa, yaitu  atas nama I Wayan Ari Artawa dan I Gede Sudipa. Semuanya berasal dari SMK PGRI 1 Amlapura. Sedangkan, di Kelas XI atas nama Komang Yasa dan Ni Wayan Artini Yasa.

Kepala SMK PGRI 3 Denpasar, Drs. I Nengah Madiadnyana, M.M, mengungkapkan program utama, yakni menyelamatkan siswa dan keluarga sekolah PGRI, seperti menyelematkan siswa dan keluarga sekolah yang terdampak ancaman erupsi Gunung Agung. Hal ini dilakukan agar mereka tak sampai putus sekolah. Hingga kini tercatat puluhan siswa asal Karangasem yang keluarganya mengungsi, tujuh diantaranya di SMK PGRI 3 Denpasar.

Madiadnyana juga menuturkan para siswa ini, diberikan keringanan gratis SPP, Biaya praktik dan bantuan sembako bagi keluarganya hingga kondisi Gunung Agung normal kembali. Selanjutnya baru menyasar siswa keluarga pengungsi secara mandiri  dan posko bantuan di kota Denpasar. Oleh karena itu, Beliau mengintruksikan sekolah PGRI untuk tidak boleh menolak titipan masyarakat Bali yang sedang mengungsi  di kota Denpasar. Demikian tegas disampaikan oleh Drs. I Nengah Madiadnyana, M.M, yang juga menjabat Ketua YPLP Kota PGRI Denpasar.

Wakil siswa SMK PGRI 3 Denpasar yang keluarganya terdampak erupsi, Putu Juliantari berterimakasih kepada sekolah yang memberikan bebas SPP hingga orang tuanya bisa mengais rezeki.” Saat ini, ayah saya tak bisa bekerja karena ada dipengungsian, syukur  pak kepala sekolah memberi berbagai kemudahan,”ujarnya. Terhadap siswa ini, Madiadnyana meminta jajarannya untuk berbuat agar mereka tak merasa asing di sekolah baru. Mereka diberikan bantuan baju seragam sekolah, baju olahraga, buku tulis dan bebas SPP. Termasuk memberikan laporan penilaian hasil belajar. Sementara orang tuanya dibantu sembako dan dana ke pos pengungsian. “Ini namanya musibah maka warga PGRI wajib menjalankan ajaran Tatwamasih,”ujarnya.*jur

SMK PGRI 3 Denpasar

Alamat : Jln. Drupadi XVII, Dewi Tara No. 7 Denpasar

Telephone : 0361 - 264322, 7449860 | Email: smk.pgri3dps@yahoo.com

Copyright © 2015. All Rights Reserved.